TEORI “Y” DAN SEMANGAT KERJA SESI II

BERPIKIR KESISTEMAN

Disini kita akan melanjutkan pembahasan teori ” Y ”  tersebut diatas dengan melihat pada pemikiran kesisteman, dimana yang dimaksud dengan lingkungan adalah ” lingkungan luar ” dan ” lingkungan dalam “. Lingkungan ” dalam ” adalah lingkungan didalam organisasi tempat teori ” Y ” diterapkan. Lingkungan ” luar ” adalah lingkungan di luar organisasi tersebut.

Lingkungan ” dalam ” biasanya merupakan unsur – unsur atau komponen – komponen atau bagian – bagian tadi misalnya : bagian personalia, bagian keuangan, bagian peralatan, bagian pembelian, bagian penjualan dan lain sebagainnya.

Tiap – tiap bagian tadi mempunyai fungsi sendiri – sendiri, namun masing – masing bagian atau komponen itu saling bergantung atau membutuhkan, sehingga membentuk satu kesatuan yaitu organisasi tadi. Dengan demikian tiap – tiap bagian dapat juga disebut sebagai sub-sistem yang membentuk sistem yaitu organisasi. Jadi organisasi dapatlah dikatakan merupakan suatu sistem yaitu sistem kerja sama dari sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Pada gilirannya organisasi tadi merupakan sub-sistem pula dari sistem yang lebih besar yaitu lingkungannya. Lingkungan ini merupakan lingkungan luar organisasi dari organisasi tadi. Tergantung dari macam organisasi tadi, apakah : organisasi perusahaan, organisasi pemerintahan,, dan sebagainnya. Andaikata organisasi perusahaan, maka yang menjadi lingkungan luar organisasi tadi tentunya organisasi perusahaan lainnya yang mungkin dapat menjadi pesaing – pesaingnya, dapat pula organisasi pemerintah seperti berbagai instansi pusat maupun instansi daerah, bahkan lingkungan itu dapat berupa adat istiadat, peraturan – peraturan, lingkungan kerja, dan sebagainnya.

Dengan demikian manajer atau pimpinan organisasi yang akan mengetrapkan teori ” Y ” tadi,harus ” menciptakan ” lingkungan sedemikian rupa seperti yang dikatakan Flippo. Berpikir dengan selalu mengingat lingkungan, baik lingkungan dalam maupun lingkungan luar, itulah yang disebut berpikir kesisteman. Dengan perkataan lain teori ” Y ” hanya dapat diterapkan dalam suatu sistem dimana teori ” Y ” dapat hidup subur. Demikianlah pembahasan teori ” Y ” dan semangat kerja sesi II

Demikianlah teori “Y” dan Semangat kerja sesi II yang ditulis Oleh Drs. Tegoeh Koeswahjono ( Mantan Dosen AKMIL ) dan disadur kembali oleh penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.