TEORI “Y” DAN SEMANGAT KERJA SESI IV ( TERAKHIR )

Manusia sebagai sumber tenaga kerja

Yang dimaksud kerja di sini adalah kegiatan atau aktivitas seseorang / benda ( mesin ) yang produktif. Sehingga tidak semua aktivitas seseorang / benda dapat disebut kerja; misalnya orang melamun. Aktivitas yang produktif adalah aktivitas yang dapat menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat atau dibutuhkan orang banyak. Jadi misalnya pekerjaan mesin pintal atau pekerja pabrik pintal adalah produktif karena dapat menghasilkan benang yang dibutuhkan orang banyak. Demikian pula pekerjaan guru yang mengajar di kelas, adalah produktif karena guru tersebut menghasilkan jasa yang dibutuhkan murid – muridnya.

Tenaga kerja manusia sedikit berbeda dengan kerja mesin, tetapi mesin tidak mempunyai kemauan, inilah yang membedakan antara tenaga kerja manusia dengan tenaga kerja mesin. Justru manusia yang mempunyai kemauan inilah yang menimbulkan banyak masalah bagi para menejer atau pimpinan. Sebab tidak semua tenaga kerja manusia mempunyai kemauan untuk bekerja produktif. Untuk menimbulkan kemauan kerja yang produktif inilah maka semangat kerja perlu dihidupkan.

Banyak praktek hidup membuktikan bahwa modal kemauan atau semangat kerja menyala – nyala merupakan kunci keberhasilan. Pepatah mengatakan : ” ada kemauan, ada jalan “. Memang uang atau modal juga merupakan faktor penting, namun tanpa kemauan atau semangat kerja, modal atau uang itu menjadi mubasir.

Guru Besar Sosiologi U.G.M Almarhum Prof. Soedjito Sosrodiharjo, S.H, M.A dalam seminar Nasional Mahasiswa Fisipol se-indonesia di Balai Pertemuan U.G.M Bulaksumur yang diadakan pada hari Rabu tgl 23 April 1986 antara lain mengatakan pentingnya kepercayaan kepada diri sendiri, Kepercayaan kepada diri sendiri dapat ditanamkan jika dapat meraih sukses. ( K.R tgl 24 April 1986 hal. 12 ). Di berbagai kesempatan Almarhum Prof. Soedjito pernah mengatakan pula, bahwa kuncinya sukses adalah sukses itu sendiri.

Disini penulis tambahkan untuk sukses itu, kita harus punya kemauan untuk sukses, Untuk sukses kita harus berkarya atau bekerja dengan bersemangat. Maka semangat kerja penting. Dengan semangat kerja itu, maka teori ” Y ” dari Mac. Gregor dapat diwujudkan dan diterapkan.

Demikianlah sekelumit tentang teori “Y” dan Semangat kerja yang ditulis Oleh Drs. Tegoeh Koeswahjono ( Mantan Dosen AKMIL ) dan disadur kembali oleh penulis. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.