TEORI “Y” DAN SEMANGAT KERJA SESI III

DALAM LINKUNGAN KERJA

Dalam sesi ini kita akan membahas teori ” Y ” dilihat dari lingkungan kerja. Diantara berbagai lingkungan ada satu sub-lingkungan ( sub-sistem ) yang amat penting yaitu lingkungan kerja.

Yang dimaksud dengan lingkungan kerja disini yaitu lingkungan yang memungkinkan kerja untuk dilakukan. Jadi adalah lingkungan tempat pekerjaan dapat diselenggarakan sebaik – baiknya. Ini dapat terwujud kerja perkantoran, kerja pabrik, bahkan kerja dilapangan. Lebih khusu lagi tentunya lingkungan kerja dimana teori ” Y ” dapat diterapkan. Untuk itu perlu diciptakan misalnya untuk kerja perkantoran : warna dinding kantor yang cerah menyegarkan misalnya, hijau muda, krem, putih, dan sebagainya. Meja tulis dan kursi kerja yang enak digunakan. Suasana kerja yang menyenangkan, tidak terlalu tegang tetapi juga tidak terlalu santai.

Drs. The Liang Gie dalam salah satu bukunya Administrasi Perkantoran Modern menulis : perlu dalam kantor itu diperdengarkan lagu – lagu yang tidak terlalu ” panas ” tetapi juga tidak terlalu ” santai “. Dengan demikian maka para pekerja / pegawai di kantor tersebut akan tahan lama untuk bekerja. Demikian pula untuk kerja di pabrik dibuat menyenangkan. Bahkan di sini di samping suasana kerja yang menyenangkan juga faktor keamanan kerja perlu diperhatikan. Misalnya pada dinding – dinding pabrik dipasang gambar – gambar yang memperingatkan faktor keamanan kerja itu; misalnya perlu memakai helm pengaman, pakaian kerja khusus, alat – alat kerja tertentu dan sebagainya sehingga keamanan kerja terjamin. Rasa aman akan menimbulkan rasa senang, sehingga pekerja akan tahan lama bekerja di pabrik.

Faktor lingkungan demikian itu akan mudah menimbulkan semangat kerja dan pada gilirannya teori ” Y ” dari Mc Gregor dapat diterapkan. Jika teori ” Y ” dapat diterapkan maka pengendalian atau pengawasan yang ketat dari pimpinan  tidak diperlukan lagi. Karena masing – masing pegawai atau pekerja sudah dapat mengawasi dirinya sendiri, sudah berkesadaran tinggi untuk bekerja. Dengan demikian pengawasan atau pengendalian tidak hanya sekedar sebagai salah satu fungsi manajemen tetapi merupakan pula perwujudan dari teori ” Y ” dari Mc Gregor. Pengawasan atau pengendalian di sini malahlebih efisien, karena dilakukan dari dalm ( self control ).

Demikianlah teori “Y” dan Semangat kerja sesi III yang ditulis Oleh Drs. Tegoeh Koeswahjono ( Mantan Dosen AKMIL ) dan disadur kembali oleh penulis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.